Tepis Isu Miring Di Media Sosial, Kades Brawijaya Maafkan Warga Yang Mengaku Belum Terima Bantuan

SBN News.com, Lampung timur : Berdasarkan informasi yang telah beredar di media sosial bahwasanya ada warga desa Brawijaya yang sama sekali belum pernah mendapat bantuan, maka pemerintah desa Brawijaya Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur bersama Aparatur terkait turun langsung ke lapangan untuk meyakinkan kebenaran informasi tersebut. Minggu, Brawijaya (8/11/2020).

Dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Brawijaya Sukadi turut didampingi dengan Ketua KPM desa Brawijaya, BPD, LPM dan Kepala Dusun 3 Brawijaya Sukamdi serta Ketua Rukun Tetangga (RT) 03/05

Setibanya Kepala Desa dan Ketua RT 05/RW 03 bersama rombongan di rumah warga yang menurut informasi belum pernah mendapat bantuan dari Pemerintah, Kades Sukadi langsung melakukan klarifikasi terhadap warga tersebut, ternyata informasi itu tidak benar adanya.

“Dari hasil pertemuan Kades Sukadi bersama Ketua RT.05/RW.03 dan Kadus 3 Sukamdi, ternyata semua informasi yang berkembang bahwa ibu Sri Wahyuni (SY) tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah, itu tidak benar,” ujar Kadus Sukamdi.

Berdasarkan pengakuan dari Ibu Sri Wahyuni jika pernyataannya tidak pernah menerima bantuan tersebut bermula ketika dirinya kedatangan tamu yang tidak dikenal menanyakan seputar bantuan dari pemerintah, karena ketidaktahuannya dirinya mengaku belum menerima bantuan dengan tujuan mendapatkan bantuan kembali dari pemerintah. Ungkap Sri Wahyuni

Saya kedatangan tamu tak dikenal yang menanyakan seputar bantuan dari pemerintah ” Saya pikir, beliau orang dari pemerintah untuk mendata warga guna menerima bantuan, saya bilang belum menerima bantuan maksudnya agar saya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah dengan program yang lain, yang sebenarnya saya sudah menerima bantuan.” Ceritanya.

Atas perbuatannya tersebut Sri Wahyuni mengaku bersalah dan meminta maaf kepada jajaran pemerintah desa dan warga Brawijaya, atas perbuatannya

Ditempat berbeda Sukijo (SJ) Warga Desa Brawijaya menuturkan terkait keterangan yang telah beredar dirinya meluruskan Sukijo pun mengklarifikasi atas ucapannya yang tidak sesuai fakta, bahwa drinya telah mendapatkan bantuan dana covid namun dirinya baru mengambil 2 kali, sisanya belum diambil karna kesibukannya sebagai petani yang selalu menghabiskan waktunya di kebun, atas kesalahannya didalam hal ini dirinya meminta maaf kepada pihak pemerintah desa.

Terkait bantuan pemerintah akibat terdampak covid 19 ” Saya telah menerima bantuan tersebut, hanya karena kesibukan dan kurang paham saya terkait hal ini, saya meminta maaf,” Tutur Sukijo pada media

Di sisi lain Ketua RT.05/RW.03 menjelaskan selama ini Ketua RT selalu aktif dalam pendataan dan pendistribusian bantuan untuk kepentingan warganya dengan tidak membeda-bedakan.

“Asalkan warga tersebut melaporkan data KTP/KK dan surat keterangan domisili yang sebenarnya, pasti di layani sebagaimana mestinya seperti halnya warga lainnya di berlakukan sama,” tuturnya.

“Bahkan walaupun warga yang tidak memiliki data identitas lengkap tetap kita bantu memasukan data yang bersangkutan agar pada periode berikutnya bisa menerima bantuan,” tutup Ketua RT.05/RW.03.

Sedangkan Kepala desa Brawijaya Sukadi menjelaskan terkait penggunaan dana desa yang ada sudah sesuai dengan aturan yang berlaku hal ini di tuturkan Kades saat coba dikonfirmasi oleh media, Terkait yang terjadi atas informasi yang mengatasnamakan warganya, dirinya menjelaskan jika dirinya telah memaafkan serta memberikan edukasi pada warganya.

Tambahnya yang terpenting bagaimana pemerintah desa Brawijaya, Masyarakat dan seluruh elemen yang ada di masyarakat untuk saling bersinergi dalam membangun desa Brawijaya menjadi maju dan peningkatan kesejahteraan bagi desa Brawijaya, tutup Sukadi

Disisi lain BPD dan LPM desa Brawijaya menuturkan dalam pelaksanaan dan pengerjaan yang terjadi di desa Brawijaya melalui proses dan tahapan yang melibatkan unsur unsur terkait.(*)

(Saripudin/Red)

Bagikan berita ini:

Berita lainnya

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.