Kota Metro, Sinarbangsanews.com – Pemerintah Kota Metro menyatakan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan ekonomi umat yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Metro melalui peluncuran program Z-Ifthor dan Z-Auto. Kegiatan tersebut digelar di halaman Masjid Al-Hakim, Jalan Nanas, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Selasa (03/03/2026).
Program tersebut bertujuan memperkuat peran zakat tidak hanya sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Z-Ifthor merupakan program penyaluran infak dari para muzakki yang diwujudkan dalam bentuk paket hidangan berbuka puasa bagi kaum dhuafa, anak yatim, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan. Program ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di bawah pembinaan BAZNAS.
Sementara itu, Z-Auto merupakan program pemberdayaan ekonomi yang menyasar sektor usaha bengkel motor. Program ini dirancang untuk membantu mustahik agar dapat mengembangkan usaha secara mandiri melalui dukungan peralatan dan perlengkapan usaha.

Beberapa poin utama dalam program Z-Auto di antaranya pemberdayaan mustahik, bantuan komprehensif, transformasi ekonomi, serta penguatan usaha mikro melalui pembinaan bengkel motor yang menjadi bagian dari program binaan BAZNAS.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Helmy Zain, Anggota DPRD Kota Metro Fraksi Demokrat Fahmi Anwar, Kepala Dinas Kesehatan Fitri Agustina, Kepala Dinas Sosial Wahyuningsih, Ketua BAZNAS Kota Metro Joko Suroso, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Helmy Zain menyampaikan bahwa kegiatan Z-Ifthor tidak sekadar menjadi agenda berbuka puasa bersama, tetapi juga memiliki makna penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah, lembaga pengelola zakat, para muzakki, dan mustahik.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mempererat silaturahmi antara pemerintah, lembaga pengelola zakat, para muzakki dan para mustahik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga merupakan instrumen sosial yang mampu menggerakkan solidaritas serta mewujudkan keadilan ekonomi di tengah masyarakat.
Selain itu, program Z-Auto dinilai menjadi salah satu langkah nyata BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui bantuan usaha produktif.
“Bantuan usaha produktif ini bukan hanya memberikan alat atau modal saja, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi serta meningkatkan taraf hidup keluarga,” tambahnya.
Helmy Zain juga berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab untuk mengembangkan usaha yang dijalankan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Metro Joko Suroso mengatakan bahwa pada kegiatan tahun ini terdapat 30 pelaku UMKM yang menerima bantuan tambahan modal usaha masing-masing sebesar Rp300 ribu.
Selain itu, terdapat tiga penerima bantuan program Z-Auto yang mendapatkan dukungan modal usaha dalam bentuk perlengkapan bengkel motor senilai Rp20 juta per penerima, seperti kompresor, suku cadang, oli, dan peralatan bengkel lainnya.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran zakat dalam mendukung kesejahteraan umat di Kota Metro. (Adv)










