BGN Peringatkan SPPG: Tolak Produk UMKM hingga Petani Lokal Bisa Disanksi Skorsing

Foto : Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang
banner 468x60
Listen to this article

Jakarta, Sinarbangsanews.com — Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan peringatan keras kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menolak pasokan bahan pangan dari pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), petani, peternak, hingga nelayan lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG yang terbukti menghambat atau menolak masuknya produk lokal untuk program MBG terancam dikenakan sanksi tegas berupa skorsing atau penghentian sementara operasional.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pengelola SPPG maupun mitra pelaksana dilarang bersikap semena-mena terhadap hasil produksi rakyat kecil. Sebaliknya, mereka justru diwajibkan untuk merangkul serta membina produsen lokal agar mampu memenuhi standar dapur MBG.

“Dalam Pasal 38 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis secara tegas memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri serta pelibatan usaha mikro, kecil, koperasi, hingga BUMDesa,” ujar Nanik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026), sebagaimana dikutip dari sejumlah media nasional.

Nanik menjelaskan, sejak awal Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merancang program MBG bukan hanya untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, BGN tidak akan mentoleransi praktik monopoli oleh pemasok besar yang menyingkirkan peran petani, peternak, maupun nelayan kecil.

“Jangan pernah menolak produk mereka. Jika ada SPPG atau mitra yang lebih mengutamakan supplier besar dan memonopoli pasokan, akan saya suspend. Itu artinya melawan Peraturan Presiden,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nanik meminta seluruh pengelola SPPG agar tidak memandang program MBG semata-mata dari sisi bisnis. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberpihakan dan kepekaan sosial terhadap masyarakat sekitar.

“Laksanakan program Makan Bergizi Gratis dengan nurani, jangan hanya business oriented. SPPG harus mengakomodasi dan membina produsen lokal agar kualitas bahan pangan yang dipasok tetap terjaga,” pungkasnya.

banner 300x250
Bagikan berita ini:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses