Pada tahun 2024, penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS) mencapai 98,19 persen dari total 14.460 jiwa. Tingkat capaian menunjukkan peningkatan signifikan.
7. Persentase Penduduk Miskin Kota Metro pada tahun 2024 tercatat sebesar 6,78 persen, yang mana telah memenuhi target yang ditetapkan yaitu sebesar 6,79 persen, dengan persentase capaian sebesar 100,1 persen. Selain itu, persentase penduduk miskin pada tahun 2024 mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar 7,28 persen.
8. Oersentase Jalan Kota dalam Kondisi Mantap Pada tahun 2024, Kota Metro memiliki total panjang jalan sebesar 413,09 km, yang terbagi atas: Jalan nasional sepanjang 9,93 km, jalan provinsi sepanjang 15,85 km, dan jalan kota sepanjang 387,31 km. Dari total jalan kota tersebut, tercatat 216,96 km (56,02 persen) dalam kondisi baik, 54,86 km dalam kondisi sedang, 57,19 km mengalami rusak ringan, dan 58,30 km mengalami rusak berat. Persentase total jalan dalam kondisi mantap (baik dan sedang) adalah 70,18 persen, masih berada di bawah target yang ditetapkan sebesar 92,27 persen. Beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya capaian ini antara lain keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan dan peningkatan jalan, curah hujan yang tinggi, serta beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.
9. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Pada tahun 2024, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Metro tercatat sebesar 63,99, mendekati target yang ditetapkan yaitu 64,0, dengan tingkat pencapaian mencapai 99,98 persen. Nilai IKLH tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 62,15.
10. Persentase Kenaikan Penduduk yang Bekerja pemerintah Kota Metro menetapkan target peningkatan jumlah penduduk bekerja sebesar 4,4 persen dari tahun sebelumnya, setara dengan penambahan sekitar 3.842 orang. Namun demikian, realisasi yang tercapai hanya sebesar 3,10 persen atau 2.706 orang, sehingga total penduduk yang bekerja pada tahun 2024 tercatat sebanyak 90.116 jiwa. Capaian ini mengindikasikan bahwa penciptaan lapangan kerja masih merupakan tantangan yang signifikan, diakibatkan oleh dampak pemulihan ekonomi pasca pandemi, keterbatasan investasi, serta tingkat serapan tenaga kerja yang rendah di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan upaya kolektif untuk membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
11. Peningkatan Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto) Pada tahun 2024, nilai investasi di Kota Metro tercatat sebesar Rp 1.016,57 miliar, menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,71 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp 999,05 miliar. Guna mengoptimalkan peningkatan investasi, Pemerintah Kota Metro perlu mengintensifkan upaya dalam mempermudah proses perizinan, menjamin kepastian hukum dan biaya, serta menawarkan insentif yang atraktif bagi para investor. Peningkatan investasi diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak dan retribusi,
12. Nilai Reformasi Birokrasi Pemerintah Kota Metro tahun 2024 telah menunjukkan pencapaian yang sangat signifikan, yaitu sebesar 76,43. Capaian ini mengindikasikan adanya peningkatan yang substansial dalam tata kelola pemerintahan, peningkatan transparansi, serta efisiensi dan efektivitas pelayanan publik juga mencerminkan keberhasilan berbagai inovasi yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah dalam upaya membangun birokrasi yang bersih dan profesional,
13. Opini BPK atas Pengelolaan Keuangan Daerah Pada tahun 2024, Pemerintah Kota Metro sekali lagi berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berhasil dipertahankan selama 14 tahun secara berturut-turut. Mencerminkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel. Keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh elemen masyarakat.
14. Nilai SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah), Pada tahun 2024, nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota Metro tercatat sebesar 69,16, mengalami peningkatan dari angka 68,48 pada tahun 2023. SAKIP memiliki peran krusial sebagai instrumen pengukuran dalam mengevaluasi akuntabilitas serta efektivitas kinerja pemerintah daerah.
WaliKota juga mengungkapkan kinerja pendapatan Daerah pada tahun anggaran 2024 telah terealisasi sejumlah Rp1,040 triliun lebih, atau 99,28 persen dari target sebesar Rp1,047 triliun.
“Di sisi Belanja Daerah, anggaran yang dialokasikan adalah sebesar Rp1,080 triliun, dengan realisasi sebesar Rp1,046 triliun atau 96,89 persen. Terdapat efisiensi anggaran sebesar 3,10 persen, yang mengindikasikan pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara cukup efisien dan tepat sasaran,” ujar Bambang.
Di akhir pidatonya, Walikota Metro menegaskan, komitmen Pemerintah Kota Metro untuk memelihara kesinambungan serta memperkuat program-program unggulanseperti dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, pengembangan UMKM. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Metro Tahun 2025–2029, yang diselaraskan dengan visi dan misi kepemimpinan yang baru. Visi lima tahun ke depan berlandaskan pada semangat Visi Metro Kota Cerdas Verbasis Jasa dan Budaya yang Religius.










