JAKARTA, SBN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025, Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (BAPANAS) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Ciracas, Jakarta Timur. Selasa, (25/03/2025)
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bulog, ID Food, serta melibatkan langsung para pelaku UMKM sektor pangan dan beberapa UMKM binaan BUMN, seperti Pupuk Indonesia Group, PT Rekayasa Industri, hingga UMKM binaan Kementerian ATR/BPN.
Acara ini dibuka secara resmi dengan kehadiran Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, yang menegaskan pentingnya Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia.
“Gerakan Pangan Murah ini harus terus berlanjut, tidak hanya menjelang Idul Fitri, tetapi juga sepanjang tahun untuk menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan harga bahan pokok,” ujar Budi Arie Setiadi dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, juga menekankan bahwa keterlibatan UMKM dalam ekosistem pangan sangat penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan memutus rantai distribusi yang merugikan masyarakat.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) bidang pangan, Bodro Pambudi Utomo, menyampaikan apresiasinya kepada JPKP atas inisiatif nyata dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum JPKP, Maret Samuel Sueken, menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap stabil dan menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengadakan program serupa guna memastikan kestabilan harga pangan di Indonesia.
“Kami terpanggil untuk memastikan bahwa perekonomian Indonesia tetap kuat. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat melihat sendiri bahwa daya beli tetap tinggi. Meskipun hujan deras, mereka tetap antusias berbelanja kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Jadi, jangan percaya dengan propaganda negatif yang menyebutkan Indonesia dalam keadaan gelap. Yang benar adalah INDONESIA BAHAGIA,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk pejabat pemerintah, TNI, POLRI, rohaniawan, seniman, dan masyarakat setempat.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, diharapkan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus membuktikan bahwa perekonomian Indonesia tetap stabil dan terkendali.










