TULANG BAWANG BARAT, Sinarbangsanews.com- Sejumlah petani di wilayah Karta, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), dibuat putus asa. Dikarenakan, tanaman mereka hancur panen gagal dan harapan pun ikut lenyap setelah kawanan monyet liar menyerbu ladang secara brutal.
Serangan satwa ini terjadi secara masif dan serentak, membuat warga menduga ada yang sengaja menyebarkan hewan-hewan itu ke wilayah pertanian.
Bukan hanya kerugian secara ekonomi yang dirasakan, namun juga kecemasan akan serangan susulan yang bisa saja datang sewaktu-waktu. Tanpa ada perlindungan atau solusi dari pemerintah, petani merasa sendirian menghadapi situasi yang semakin tak terkendali.
Lebih memicu kemarahan, hingga berita ini diterbitkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tubaba tidak memberikan tanggapan apapun. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat maupun sambungan telepon kepada pihak bidang yang menangani, tidak direspons. Padahal, Sekretaris DLH saat di konfirmasi di kantor, sebelumnya telah memberikan amanah agar wartawan menghubungi bidang tersebut.
Sikap bungkam DLH ini justru memperkuat kecurigaan dan kekecewaan masyarakat. Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam melindungi warganya dari konflik antara manusia dan satwa liar yang berpotensi membahayakan kehidupan dan mata pencaharian mereka.
“Sudah habis jagung saya digerogoti monyet. Saya rugi jutaan, tapi nggak ada satupun dari pemerintah yang memberikan solusi,” keluh petani di wilayah Karta.
Di tengah gempuran monyet liar dan bayang-bayang kerugian yang tak kunjung tertangani, suara petani semakin lirih. Mereka tidak hanya kehilangan hasil panen, tapi juga kehilangan kepercayaan pada instansi yang seharusnya hadir sebagai pelindung lingkungan dan masyarakat.
“Kami ini rakyat kecil, panen satu-satunya harapan. Tapi sekarang habis. Kalau DLH diam saja, berarti mereka biarkan kami mati perlahan,” ujarnya.
Jika keadaan ini terus dibiarkan tanpa tindakan nyata, bukan hanya ekosistem yang terganggu, tapi juga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan. Sementara itu, kawanan monyet terus berkeliaran, dan DLH masih memilih diam.(Eka p/Md)










