Pesawaran, SinarbangsaNews.com — Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Kabupaten Pesawaran menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola sektor pariwisata melalui sistem digitalisasi dan peningkatan akuntabilitas pelaporan keuangan.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Pesawaran, Achmad Rico Julian, S.H., M.H., sekaligus Ketua Pansus, terungkap bahwa upaya intensif telah dilakukan guna memperbaiki sistem pengelolaan PAD dari sektor wisata yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah. Senin, (6 Oktober 2025)

“Pansus telah menginventarisir seluruh potensi PAD pariwisata dan menemukan masih banyak objek wisata yang belum maksimal dalam menyetorkan kontribusinya. Ke depan, kami fokus pada peningkatan sistem, bukan hanya penindakan,” ujar Achmad Rico Julian dalam rapat bersama Dinas Pariwisata, BUMDes, dan pelaku usaha wisata.
Pansus menilai, capaian PAD pariwisata tahun 2025 memang belum optimal, namun berbagai terobosan kebijakan telah dirumuskan untuk memperbaiki kondisi tersebut, di antaranya:
- Penerapan E-Ticketing Terpadu – Seluruh destinasi wisata akan diwajibkan menggunakan sistem tiket elektronik berbasis individu agar data kunjungan dan pendapatan dapat terpantau secara real-time oleh Bapenda.
- Digitalisasi Laporan PAD – Penggunaan tapping box di setiap lokasi wisata akan diterapkan sebagai alat pengawasan digital yang langsung terhubung ke sistem keuangan daerah.
- Pendampingan Teknis dan Edukasi – DPRD bersama Pemkab Pesawaran akan memberikan pelatihan bagi pengelola wisata dan perangkat desa terkait tata cara pelaporan digital dan manajemen pendapatan berbasis non-tunai.
- Sinkronisasi Data Wisatawan – Pansus mendorong kerja sama lintas sektor, termasuk Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata, untuk memastikan data wisatawan akurat dan sesuai dengan setoran PAD.
Hingga triwulan III tahun 2025, Pansus mencatat adanya peningkatan kesadaran sejumlah pengelola wisata yang mulai beralih ke sistem digital. Langkah ini diharapkan menjadi momentum perbaikan besar dalam pengelolaan PAD pariwisata di tahun mendatang.
“Capaian utama Pansus bukan sekadar angka, tetapi sistem yang transparan. Jika semua berjalan sesuai rencana, PAD pariwisata 2026 akan meningkat signifikan dan bisa menjadi penopang utama pembangunan infrastruktur daerah,” tegas Achmad Rico Julian.
Pansus juga memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kebijakan ini, sembari membuka ruang dialog dengan para pelaku usaha wisata untuk menciptakan iklim kerja sama yang produktif dan berkelanjutan. (Adv/Okvia Niza)










