Pemkot Bandar Lampung Terus Tekan Angka Kemiskinan, Program Pro-Rakyat Eva Dwiana Beri Dampak Nyata

banner 468x60
Listen to this article

Bandar Lampung, SinarbangsaNews.com – Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali mencatat keberhasilan dalam menekan angka kemiskinan di tahun 2025. Persentase penduduk miskin di kota tapis berseri tersebut menunjukkan tren penurunan yang konsisten, mencerminkan semakin efektifnya berbagai program pro-rakyat yang digulirkan oleh Pemkot di bawah kepemimpinan Walikota Eva Dwiana.

Sejumlah program strategis menjadi motor penggerak penurunan angka kemiskinan, di antaranya pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM, pendidikan gratis, pemberian beasiswa untuk jenjang SMA/SMK hingga universitas, layanan kesehatan gratis, kemudahan akses perizinan usaha, serta penggratisan sejumlah pelayanan dasar bagi masyarakat.

Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat menerima kunjungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung pada Senin, 22 September 2025.

“Alhamdulillah, angka kemiskinan Kota Bandar Lampung tahun ini kembali menunjukkan penurunan menjadi 6,95 persen dari sebelumnya 7,37 persen, atau berkurang sebanyak 3.690 jiwa,” ungkap Walikota Eva Dwiana.

Capaian ini semakin membanggakan karena tingkat kemiskinan di Kota Bandar Lampung berada di bawah rata-rata Provinsi Lampung yang masih berada di angka 10 persen. Bahkan, sejak 2020 hingga 2025, tren penurunan angka kemiskinan di Kota Bandar Lampung berlangsung secara konsisten dan signifikan.

Eva menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras Pemkot dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan. “Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendorong lahirnya UMKM baru, mempermudah akses perizinan usaha, serta menggratiskan pelayanan mendasar kepada masyarakat,” tutupnya.

banner 300x250
Bagikan berita ini:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses