SinarbangsaNews.com, Jakarta – Ketakutan akan bencana besar kembali menghantui Jepang. Negeri Sakura yang dikenal disiplin dan maju ini kini berada dalam bayang-bayang ancaman gempa bumi dahsyat dari Palung Nankai. Yang membuat dunia terkejut, Pemerintah China secara resmi telah mengeluarkan peringatan keras bagi warganya di Jepang untuk bersiap menghadapi potensi gempa besar yang bisa merenggut hingga 298.000 nyawa.
Dalam pernyataan yang dirilis Senin (14/7/2025) oleh Kedutaan Besar China di Jepang—dan dikutip media Global Times—peringatan ini bukan sekadar spekulasi. China merujuk langsung pada laporan resmi Pemerintah Jepang tanggal 31 Maret 2025, yang menyatakan bahwa kemungkinan gempa besar di Palung Nankai dalam 30 tahun ke depan naik drastis dari 70% menjadi 80%.
“Gempa bumi yang berpotensi terjadi bisa berdampak luas dari Okinawa hingga Fukushima, memicu kerugian ekonomi senilai USD 1,8 triliun dan menelan ratusan ribu korban jiwa,” tegas pernyataan kedutaan.
Gempa bumi berkekuatan 7,1 SR yang mengguncang Prefektur Miyazaki tahun lalu tampaknya menjadi alarm awal akan bencana yang lebih besar. Apalagi, sejarah mencatat bahwa palung tersebut memang aktif setiap 100–150 tahun. Gempa terakhir di zona itu tercatat pada tahun 1946. Artinya, waktunya bisa datang kapan saja.
China tak tinggal diam. Selain mengingatkan warganya untuk bersiap, mereka juga menyarankan agar siapa pun yang hendak membeli properti, belajar, atau melakukan perjalanan ke Jepang mempertimbangkan ulang risikonya.
Jepang bukan baru kali ini berada di ujung tanduk. Gempa raksasa 11 Maret 2011 berkekuatan 9,0 SR menjadi bukti nyata. Tsunami yang mengikutinya menewaskan lebih dari 19.700 orang, ribuan lainnya hilang, dan bahkan memicu bencana nuklir Fukushima yang mengguncang dunia.
Badan Meteorologi Jepang melaporkan enam gempa terjadi hanya dalam waktu 24 jam terakhir, termasuk gempa berkekuatan 4,8 SR di Hokkaido.
Jepang adalah bagian dari sabuk gempa dunia, “Cincin Api Pasifik”—wilayah paling rawan di dunia yang menyumbang 81% dari seluruh gempa terbesar yang pernah tercatat, menurut Survei Geologi AS.










