Tubaba, Sinarbangsanews.com –
Di tengah semangat pengabdian kepada masyarakat, Bakal Calon Kepalo Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Mega Saputra, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Metro, melaksanakan ziarah ke makam leluhur Pangiran Empuan Ratu Ali. Kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan perjalanan batin untuk mengenang sejarah, memperkuat nilai kekeluargaan, dan memohon keberkahan kepada Allah SWT.
Bagi Mega Saputra, ziarah adalah pengingat bahwa setiap langkah menuju masa depan harus berpijak pada penghormatan terhadap akar sejarah. Di hadapan pusara para pendahulu, doa dipanjatkan, rasa hormat dipersembahkan, dan nilai-nilai luhur diwariskan kepada generasi penerus.
“Ziarah makam leluhur merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan untuk mendoakan arwah, mengenang jasa, serta merekatkan silaturahmi antar keluarga,” ujar Mega, Selasa (28/7/2026).
Mega Saputra merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, putra pasangan Sopiyan Adi dan Subaidah, cucu dari Matnur dan almarhumah Erlina, serta almarhum Romli dan Rugaiyah. Baginya, keluarga menjadi pondasi utama dalam membentuk nilai kehidupan, tanggung jawab, serta semangat untuk mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, setiap daerah memiliki cara berbeda dalam memaknai tradisi ziarah. Namun esensinya tetap sama, yakni menghormati jasa para leluhur, mempererat hubungan kekeluargaan, serta mengingatkan manusia akan kehidupan yang kekal di akhirat.
“Bagi saya, ziarah makam leluhur merupakan bentuk penghormatan kepada nenek moyang sekaligus tempat untuk berdoa dan memohon keberkahan kepada Allah SWT. Tradisi ini juga menjadi sarana menjaga silaturahmi keluarga dan mengajarkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” tutur Mega.
Ia menambahkan, tradisi tersebut merupakan warisan yang tak ternilai. Melalui ziarah, generasi muda diajak memahami pentingnya menghargai sejarah, menjaga persaudaraan, menumbuhkan kerendahan hati, serta memperkuat keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Di sela-sela kegiatan, Mega juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus memberikan dukungan, semangat, dan doa. Ia memohon doa restu dari keluarga besar serta masyarakat Tiyuh Karta Tanjung Selamat agar setiap ikhtiar yang dijalankannya senantiasa mendapat ridha Allah SWT.
Perjalanan pengabdian itu sebelumnya telah memasuki babak penting pada Senin, 20 Juli 2026, ketika Mega Saputra secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Kepalo Tiyuh Karta Tanjung Selamat di Balai Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Bagi Mega, langkah itu bukan semata perjalanan menuju sebuah amanah, melainkan ikhtiar untuk melanjutkan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur, mengabdi dengan hati, memimpin dengan kejujuran, dan membangun Tiyuh Karta Tanjung Selamat dengan semangat kebersamaan.(Bs/Eka p)
Menguatkan Langkah Dengan Memohon Doa Leluhur










