Penjualan Pupuk Subsidi Melebihi HET Terjadi Di Tulang Bawang Udik, Pemilik Kios Alasan “Kesepakatan” Dengan Gapoktan

banner 468x60
Listen to this article

Tulang Bawang Barat, Sinarbangsanews.com – Dugaan pelanggaran harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sejumlah petani mengeluhkan harga pupuk subsidi yang dijual melebihi ketentuan, yakni Rp200 – 700 per kilogram dari harga resmi.

Inisial AK, pemilik kios yang menjadi penyalur pupuk subsidi di wilayah tersebut, tidak membantah adanya selisih harga tersebut. Ia mengakui menjual pupuk subsidi dengan harga lebih tinggi dengan dalih telah ada “kesepakatan bersama” antara dirinya dengan kelompok tani (Gapoktan) terkait penambahan biaya administrasi.

“Memang ada penambahan sekitar 200 rupiah per kilo, itu sudah menjadi kesepakatan bersama dengan Gapoktan untuk biaya administrasi,” ujar Ak saat ditemui di kediamannya, Senin (14/7/2025).

Sementara itu, sejumlah petani menyatakan keberatan dengan kondisi tersebut karena semakin menambah beban mereka di tengah naiknya biaya produksi dan kondisi musim yang belum stabil.

“Kami ini terasa sangat berat jika membeli pupuk subsidi diatas harga HET, apalagi ada yang menjual sampai 150.000 per sak dalam satu jenis merk pupuk Urea atau phonska,” ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya, beberapa petani di Tulang Bawang Udik.

Sebagai informasi, penetapan HET pupuk subsidi telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian, dan setiap penyalur wajib menjual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah untuk menjaga aksesibilitas pupuk bagi petani kecil.

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan segera menindaklanjuti laporan petani terkait penjualan pupuk subsidi di atas HET ini, agar tidak terjadi pembebanan yang tidak sah kepada petani yang seharusnya menjadi prioritas penerima subsidi dari negara.(Eka p/ zul)

banner 300x250
Bagikan berita ini:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses