Pertemuan Golkar di Istana Tanpa Sejumlah Senior, Isu Munaslub Kian Memanas

banner 468x60
Listen to this article

Jakarta, Sinarbangsanews.com – Pertemuan antara jajaran pengurus DPP Partai Golkar (PG) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (27/8), kembali memunculkan sorotan publik. Pasalnya, sejumlah tokoh senior dan figur penting Golkar tidak terlihat hadir dalam agenda yang disebut-sebut sebagai konsolidasi internal partai beringin tersebut.

Nama-nama besar seperti Ketua Dewan Kehormatan Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Etik Muhammad Hatta, Agung Laksono, Akbar Tanjung, Wakil Ketua Umum PG Bambang Soesatyo (Bamsoet), Nusron Wahid, Ketua Umum Kosgoro 57 Dave Laksono, Ketua Umum Soksi Mukhamad Misbakhun, Menpora Dito Ariotedjo, serta Waketum Maman Abdurahman, seluruhnya absen dari daftar undangan Istana.

Ketiadaan para tokoh senior ini kian memperkuat isu panas soal Munaslub Golkar yang sedang bergulir. Sejumlah faksi di internal partai disebut tengah saling berhadapan, sehingga dalam pertemuan dengan Presiden, publik melihat adanya retaknya kekompakan di tubuh partai yang kini dipimpin oleh Bahlil Lahadalia.

Deretan Nama Hadir di Istana

Adapun jajaran pengurus yang hadir mendampingi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia antara lain:

Ketua Dewan Pembina: Agus Gumiwang

Sekjen Golkar: Muhamad Sarmuji

Bendum Golkar: Sari Yuliati

Waketum Bidang Kepartaian: Kahar Muzaki

Waketum Bidang Pemilu Jawa & Kalimantan: Wihaji

Waketum Bidang Fungsi Kebijakan Publik I: Adies Kadir

Waketum Bidang Pemilu Sumatera: Ahmad Doli Kurnia

Waketum Bidang Fungsi Elektoral I: Ace Hasan

Waketum Bidang Fungsi Kebijakan Publik II: Idrus Marham

Waketum Bidang Fungsi Elektoral II: Meutya Hafid

Waketum Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur: Emanuel Melkiades Laka Lena

Selain itu, sejumlah Ketua DPP Golkar juga turut hadir, di antaranya Putri Komarudin, Christina Aryani, Andi Sinulingga, Nurul Arifin, Dyah Roro Esti, Hetifa Syafudian, serta Airin Rahma Diani.

Retakan Internal Makin Nyata

Pengamat politik menilai, pertemuan ini justru memperlihatkan fragmentasi internal Golkar. Ketidakhadiran figur senior dianggap sebagai sinyal adanya jarak politik dengan kepemimpinan Bahlil. Isu Munaslub yang sebelumnya hanya bergulir di kalangan terbatas kini semakin nyata terlihat di permukaan.

Apakah absennya tokoh-tokoh senior tersebut bagian dari manuver politik menjelang Munaslub, ataukah hanya sekadar dinamika internal biasa, masih menjadi tanda tanya besar. Namun yang pasti, Partai Golkar kini berada di persimpangan penting dalam menentukan arah politiknya di bawah pemerintahan Prabowo.{Eka p/SUGI}

banner 300x250
Bagikan berita ini:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses