Jakarta, Sinarbangsanews.com – Pertemuan antara jajaran pengurus DPP Partai Golkar (PG) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (27/8), kembali memunculkan sorotan publik. Pasalnya, sejumlah tokoh senior dan figur penting Golkar tidak terlihat hadir dalam agenda yang disebut-sebut sebagai konsolidasi internal partai beringin tersebut.
Nama-nama besar seperti Ketua Dewan Kehormatan Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Etik Muhammad Hatta, Agung Laksono, Akbar Tanjung, Wakil Ketua Umum PG Bambang Soesatyo (Bamsoet), Nusron Wahid, Ketua Umum Kosgoro 57 Dave Laksono, Ketua Umum Soksi Mukhamad Misbakhun, Menpora Dito Ariotedjo, serta Waketum Maman Abdurahman, seluruhnya absen dari daftar undangan Istana.
Ketiadaan para tokoh senior ini kian memperkuat isu panas soal Munaslub Golkar yang sedang bergulir. Sejumlah faksi di internal partai disebut tengah saling berhadapan, sehingga dalam pertemuan dengan Presiden, publik melihat adanya retaknya kekompakan di tubuh partai yang kini dipimpin oleh Bahlil Lahadalia.
Deretan Nama Hadir di Istana
Adapun jajaran pengurus yang hadir mendampingi Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia antara lain:
Ketua Dewan Pembina: Agus Gumiwang
Sekjen Golkar: Muhamad Sarmuji
Bendum Golkar: Sari Yuliati
Waketum Bidang Kepartaian: Kahar Muzaki
Waketum Bidang Pemilu Jawa & Kalimantan: Wihaji
Waketum Bidang Fungsi Kebijakan Publik I: Adies Kadir
Waketum Bidang Pemilu Sumatera: Ahmad Doli Kurnia
Waketum Bidang Fungsi Elektoral I: Ace Hasan
Waketum Bidang Fungsi Kebijakan Publik II: Idrus Marham
Waketum Bidang Fungsi Elektoral II: Meutya Hafid
Waketum Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur: Emanuel Melkiades Laka Lena
Selain itu, sejumlah Ketua DPP Golkar juga turut hadir, di antaranya Putri Komarudin, Christina Aryani, Andi Sinulingga, Nurul Arifin, Dyah Roro Esti, Hetifa Syafudian, serta Airin Rahma Diani.
Retakan Internal Makin Nyata
Pengamat politik menilai, pertemuan ini justru memperlihatkan fragmentasi internal Golkar. Ketidakhadiran figur senior dianggap sebagai sinyal adanya jarak politik dengan kepemimpinan Bahlil. Isu Munaslub yang sebelumnya hanya bergulir di kalangan terbatas kini semakin nyata terlihat di permukaan.
Apakah absennya tokoh-tokoh senior tersebut bagian dari manuver politik menjelang Munaslub, ataukah hanya sekadar dinamika internal biasa, masih menjadi tanda tanya besar. Namun yang pasti, Partai Golkar kini berada di persimpangan penting dalam menentukan arah politiknya di bawah pemerintahan Prabowo.{Eka p/SUGI}










