Sinarbangsanews.com, Pesawaran — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, M. Nasir, S.I.Kom., M.M., bersama Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran, Fahmi Pahlevi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan jalan di Kecamatan Teluk Pandan, Kamis (11/6/2026).
Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat dan pemberitaan media terkait dugaan kerusakan pada jalan yang baru selesai dibangun.

Dalam peninjauan lapangan, rombongan DPRD mendatangi lokasi pembangunan jalan di Dusun 3 Batumenyan Baru, Desa Sukajaya Lempasing, serta kawasan Dermaga 4 dan Dermaga 6 Ketapang, Desa Batu Menyan.
Wakil Ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut dan mendorong dilakukan audit terhadap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut.
“Kami sudah melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan. Senin nanti kami akan memanggil Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan proyek, spesifikasi pekerjaan, serta besaran anggaran yang digunakan,” tegas M. Nasir.
Menurutnya, kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan namun sudah mengalami kerusakan menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Pesawaran.
“Baru sekitar satu bulan selesai dikerjakan, namun sudah ada bagian yang diperbaiki oleh masyarakat. Ini tentu menjadi indikator yang harus kami dalami terkait kualitas pembangunan jalan tersebut,” ujarnya.
DPRD, lanjut M. Nasir, akan meminta penjelasan secara menyeluruh mulai dari volume pekerjaan, spesifikasi teknis hingga penggunaan anggaran agar masyarakat memperoleh kejelasan dan kepastian.
“Kami sudah turun langsung ke dua desa dan melihat kondisinya. Pihak Perkim akan kami panggil untuk memberikan klarifikasi terkait anggaran, volume pekerjaan, dan pelaksanaan proyek ini,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran, Fahmi Pahlevi, menyatakan pihaknya mendukung penuh langkah pengawasan yang dilakukan DPRD terhadap proyek pembangunan tersebut.
“Kami bersama-sama turun ke lapangan dan melakukan pengecekan langsung. Dari hasil pengamatan awal, terlihat adanya dugaan ketidaksesuaian dengan spesifikasi pekerjaan, baik dari sisi ketebalan maupun mutu konstruksi,” kata Fahmi.
Ia menegaskan Komisi III akan mengawal proses klarifikasi agar pembangunan yang dibiayai melalui APBD benar-benar sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh langkah pimpinan DPRD untuk memanggil pihak terkait dan meminta penjelasan secara terbuka mengenai proyek pembangunan jalan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Teluk Pandan, Salpani, mengungkapkan bahwa pihak kontraktor sebelumnya telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Pihak pengembang telah menyampaikan kepada kami bahwa akan dilakukan pembenahan kembali. Harapan kami, Perkim dapat memastikan pekerjaan berjalan maksimal sehingga anggaran yang telah dikeluarkan benar-benar memberikan hasil yang baik bagi masyarakat,” kata Salpani.
Keluhan juga disampaikan oleh Nurma, Ketua RT di Desa Sukajaya Lempasing. Ia mengaku masyarakat bersyukur atas pembangunan jalan yang telah dilakukan pemerintah, namun menyayangkan kualitas pekerjaan yang dinilai kurang maksimal.
“Kami sangat berterima kasih karena jalan di lingkungan kami akhirnya dibangun. Namun menurut kami campuran semennya kurang sehingga hasilnya tidak maksimal dan sebagian sudah ambrol,” ungkap Nurma.
Ia menjelaskan, warga bahkan harus bergotong royong mengumpulkan dana untuk membeli semen dan melakukan perbaikan secara swadaya.
“Warga berinisiatif memperbaiki dan mengaci kembali jalan agar lebih kuat. Sebelumnya kondisi jalan sudah mengelupas dan menimbulkan debu,” tuturnya.
Dalam kegiatan sidak tersebut, M. Nasir dan Fahmi Pahlevi turut didampingi Camat Teluk Pandan Salpani beserta jajaran kecamatan, anggota Satpol PP, Sekretaris Desa Sukajaya Lempasing, serta sejumlah warga yang turut menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka terkait kondisi jalan yang baru selesai dibangun tersebut. ADV










